Apa yang anda pikirkan ketika
melihat bocah yang menenteng bekas wadah miuman yang dijadikan tempat menampung receh pada zaman yang lebih dari
modern ini?
Dengan keberadan teknologi yang
sudah melampaui batas kecukupan dikonsumsi oleh manusia, dan ketersediaan
fasilitas pendidikan yang kini mampu menyaingi kualitas pendidikan diluar
negeri, ternyata masih ada manusia yang harus merelakan masa mudanya demi
memenuhi kebutuhan hidup sehari hari,,,
Beberapa
Bocah kira-kira berusia belasan tahun “NGLEKAR” di pinggiran traficlight sambil merasakan panasnya
sengatan matahari menimbulkan beberapa pertanyaan negatif tentang pendidikan
khususnya di Indonesia. Ketersediaan Bantuan Operasional Sekolah dan wajib
belajar 9 tahun seharusnya dapat merubah keadaan ini, mereka tidak perlu
membutuhkan biaya untuk SPP atau yang lain karena memang dana tersebut
diperuntukan bagi siswa yang kurang mampu khususnya dalam pembelajaran wajib
belajar 9 tahun.
Namun
ada beberapa faktor lain yang menyebabkan mereka lebih memilih untuk mencari
nafkah dibandingkan harus menuntut ilmu disekolah yang diantaranya adalah masalah
“kewajiban”. Kemiskinan menjadi masalah utama di Negara berkembang, begitu juga
di Indonesia. Latar belakang itulah yang menyebabkan mereka para bocah harus
merelakan indahnya masa bermain demi sesuap nasi, untuk dirinya juga
keluarganya, itulah yang disebut dengan “tanggung jawab” banyak hal lain
sebenarnya yang melatar belakangi mereka menjadi seorang “murah tangan”, namun yang perlu dipikirkan adalah bagaimana supaya kesemua latar belakang tersebut tidak
menjadi alasan para bocah untuk tidak sekolah. Usaha pemerintah dalam mengatasi
kemiskinan harus lebih ditingkatkan dalam hal ini sebagai wujud penyelamatan
generasi penerus bangsa, selain itu juga perlu adanya pemahaman yang
ditumbuhkan pada setiap orang tua untuk lebih mementingkan pendidikan anaknya,
karena dengan pendidikan yang cukup saya yakin mereka bisa mendapatkan lebih
dari sekadar menunggu belah kasian orang di jalan,,
Sebagai
warga yang lebih terpelajar mari kita renungkan bersama keadaan yang memilukan
ini sebagai wujud keprihatinan kita terhadap mereka generasi penerus bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar